•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○
→ Saudariku…
→ Saat kita berdoa kepada Allah, memohon Allah untuk mendatangkan seorang suami yang shalih.
→ Allah tidak menurunkan suami kita dari langit begitu saja.
Tapi..
→ Sebelum kita memohon kehadirannya..
→ Ada seorang wanita yang terlebih dulu memohon kehadirannya dalam perutnya.
→ Wanita itu mengandungnya dengan susah payah, dengan penuh harapan terhadap jabang bayi yang ada di dalam perutnya itu..
→ Tidak lain jabang bayi itu adalah suami kita.
Sebelumnya..
→ Ada seorang wanita yang siap menukar nyawanya dengan nyawa suami kita di tempat persalinan.
→ Dia menyusuinya, memberikan siang dan malamnya untuk mengurus suami kita.
→ Mengasuhnya dengan mengorbankan semua yang dimilikinya karena cinta yang begitu besar terhadap suami kita.
→ Dia telah memberikan sari pati kehidupannya untuk kedihupan suami kita
→ Dia menghabiskan masa mudanya untuk membesarkan suami kita.
Dan kini…
→ Wanita itu telah menjadi seorang wanita tua
→ Anak laki-laki itu telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah, yaitu suami kita
๐ Wanita tua itu…
→ Tidak ada yang dia harapkan dari anaknya selain cinta
Maka..
→ Janganlah kita rebut cinta itu dari nya
→ Biarkanlah dia menempati satu tempat yang istimewa di hati suami kita
→ Kita bisa menempati satu tempat istimewa lain di hati suami kita
→ Mengalahlah dan biarkanlah suami kita mengutamakannya
๐ Muliakanlah wanita itu…
→ Bantulah suami kita untuk berbakti kepadanya
Bantulah suami kita untuk menjaga pintu surganya
→ *Dengan ini, niscaya kita akan mendapatkan dua cinta sekaligus. Cinta wanita itu dan cinta suami kita.*
→ Dan semoga pahala yang besar Allah berikan untuk kita karenanya.
→ Kalau kita ikhlas, bukan cinta manusia, bahkan cinta Allah yang akan kita dapatkan
Kata orang,
*“Kalau engkau ingin merebut hati suami, rebutlah hati ibu nya”*
Bagaimana tidak?
→ Bagaimana menurut kita *jika seorang lelaki mempunyai istri yang memuliakan ibunya?* *Bukankah dia akan mencintai istrinya karena sifat ini?*
Bagaimana tidak?
*Bukankah betapa bahagianya seorang laki-laki ketika bisa mengumpulkan cinta dua wanita sekaligus dalam kehidupannya. Cinta ibunya dan cinta istrinya..*
→ Dan betapa malangnya seorang laki-laki jika dua wanita yang dia cintai saling membenci. Ibunya tidak akur dengan istrinya.
๐ Semoga Allah menjadikan kita istri yang shalihah.
๐
Penyusun: Ummu Said
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Minggu, 12 Maret 2017
Rabu, 01 April 2015
4 Tanda Riya
Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu anhu berkata:
"Ada empat ciri orang yang riya dalam beramal"
pertama : malas beramal jika bersendirian,
kedua : bersemangat beramal bila dilihat orang,
ketiga : menambah amal jika dipuji dan
keempat : menguranginya jika dicela orang".
pertama : malas beramal jika bersendirian,
kedua : bersemangat beramal bila dilihat orang,
ketiga : menambah amal jika dipuji dan
keempat : menguranginya jika dicela orang".
Semoga Alloh hindarkan kita dari sifat RIYA. Aamiin.
Ujian Keimanan di Balik Kenikmatan
NIKMAT, TAPI…
Sudah merupakan suatu hal yang maklum, bahwa rumah adalah nikmat dari Alloh ta’ala yang sangat besar. Kita merasakan sekian banyak manfaat dari nikmat yang satu ini. Menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan, melindungi dari marabahaya, sebagai tempat aktivitas keluarga, tempat pembinaan anak dan lain-lain.
Namun, apabila kita cermati baik-baik berbagai komponen sebuah rumah, maka akan tampak jelas, bahwa di balik nikmat yang besar tersebut terdapat berbagai macam ujian keimanan yang sangat dahsyat. (Ujian tersebut biasa disebut dengan FITNAH).
Hal ini sesungguhnya bukan suatu hal mengherankan, karena sudah merupakan sunnatulloh bahwa kehidupan dan kematian adalah ujian bagi kita. (Lihat: QS. Al-Mulk: 2).
Dengan mengetahui hakikat sebuah nikmat, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat. Di antaranya:
1. Kita akan mampu mensyukuri nikmat tersebut dengan cara yang benar.
2. Akan menghindarkan diri dari rasa iri terhadap saudara atau teman kita, apabila mereka mendapatkan suatu nikmat yang tidak kita dapatkan. Karena hakikatnya mereka sedang diuji dengan ujian yang besar.
3. Menumbuhkan kesadaran dalam diri kita, sehingga tidak terlena dengan segala bentuk kenikmatan yang kita dapatkan, dan senantiasa waspada akan besarnya fitnah (ujian) di balik kenikmatan tersebut.
APAKAH UJIAN ITU?
Mari kita cermati bersama komponen-komponen sebuah rumah, yang pada hakikatnya adalah ujian kehidupan:
1. Bangunan rumah, tanah pekarangan, kendaraan, hewan piaraan, dll yang merupakan HARTA.
Sebagaimana telah maklum bahwa harta adalah fitnah bagi seorang manusia. (Baca: QS. At-Taghรขbun: 15).
Bahkan diterangkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh fitnah harta sangat besar.
2. Anak
Sebagaimana harta, anak pun juga fitnah yang tidak kalah dahsyatnya bagi seorang muslim. (Lihat: QS. At-Taghรขbun: 15 dan QS. Al-A’rรขf: 190)
3. Istri
Istri pun merupakan ujian berat bagi seseorang. Bahkan sebagian istri bisa menjadi musuh bagi suaminya. (Cermati: QS. At- Taghรขbun: 14).
Setelah mengetahui hakikat ini, bukan berarti kita harus menjual rumah kita atau meninggalkannya. Juga bukan pula kita harus menceraikan istri atau mengusir anak kita, tidak mendidiknya atau bahkan tidak menikah dan tidak punya anak. Karena sejatinya kita pun merupakan ujian yang berat bagi anak dan istri kita. (Baca: QS. Al-Furqon: 20).
Penulis: Ustadz Zaid Susanto Driantoro, Lc.
Sudah merupakan suatu hal yang maklum, bahwa rumah adalah nikmat dari Alloh ta’ala yang sangat besar. Kita merasakan sekian banyak manfaat dari nikmat yang satu ini. Menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan, melindungi dari marabahaya, sebagai tempat aktivitas keluarga, tempat pembinaan anak dan lain-lain.
Namun, apabila kita cermati baik-baik berbagai komponen sebuah rumah, maka akan tampak jelas, bahwa di balik nikmat yang besar tersebut terdapat berbagai macam ujian keimanan yang sangat dahsyat. (Ujian tersebut biasa disebut dengan FITNAH).
Hal ini sesungguhnya bukan suatu hal mengherankan, karena sudah merupakan sunnatulloh bahwa kehidupan dan kematian adalah ujian bagi kita. (Lihat: QS. Al-Mulk: 2).
ุงَّูุฐِู ุฎَََูู ุงْูู
َْูุชَ َูุงْูุญََูุงุฉَ َِููุจَُُْูููู
ْ ุฃَُُّููู
ْ ุฃَุญْุณَُู ุนَู
ًَูุง ََُููู ุงْูุนَุฒِูุฒُ ุงْูุบَُููุฑُ
Dan ujian itupun beraneka ragam, mulai
dari kesulitan-kesulitan hidup, sampai kenikmatan dan kesenangan hidup.
(Cermati: QS. Al-Anbiyรข’: 35).
ََููุจُُْูููู
ْ ุจِุงูุดَّุฑِّ َูุงْูุฎَْูุฑِ ِูุชَْูุฉً
KENALILAH HAKIKAT NIKMAT; INSYAALLOH ANDA AKAN SELAMAT!Dengan mengetahui hakikat sebuah nikmat, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat. Di antaranya:
1. Kita akan mampu mensyukuri nikmat tersebut dengan cara yang benar.
2. Akan menghindarkan diri dari rasa iri terhadap saudara atau teman kita, apabila mereka mendapatkan suatu nikmat yang tidak kita dapatkan. Karena hakikatnya mereka sedang diuji dengan ujian yang besar.
3. Menumbuhkan kesadaran dalam diri kita, sehingga tidak terlena dengan segala bentuk kenikmatan yang kita dapatkan, dan senantiasa waspada akan besarnya fitnah (ujian) di balik kenikmatan tersebut.
APAKAH UJIAN ITU?
Mari kita cermati bersama komponen-komponen sebuah rumah, yang pada hakikatnya adalah ujian kehidupan:
1. Bangunan rumah, tanah pekarangan, kendaraan, hewan piaraan, dll yang merupakan HARTA.
Sebagaimana telah maklum bahwa harta adalah fitnah bagi seorang manusia. (Baca: QS. At-Taghรขbun: 15).
ุฅَِّูู
َุง ุฃَู
َْูุงُُููู
ْ َูุฃََْููุงุฏُُูู
ْ ِูุชَْูุฉٌ َูุงَُّููู ุนِْูุฏَُู ุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูู
ٌ
Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam juga telah menerangkan pada kita, bahwa ujian umat ini terletak dalam harta.
ุฅَِّู ُِِّููู ุฃُู
َّุฉٍ ِูุชَْูุฉً َِููุชَْูุฉُ ุฃُู
َّุชِู ุงْูู
َุงُู
“Sesungguhnya setiap umat diuji, dan ujian umatku ini adalah dengan harta”. HR Tirmidzi dari Ka’ab bin ‘Iyadh rodhiyallahu’anhu dan isnadnya dinyatakan sahih oleh al-Hakim.Bahkan diterangkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh fitnah harta sangat besar.
ู
َุง ุฐِุฆْุจَุงِู ุฌَุงุฆِุนَุงِู ุฃُุฑْุณَِูุง ِูู ุบََูู
ٍ ุจِุฃَْูุณَุฏَ ََููุง ู
ِْู ุญِุฑْุตِ ุงْูู
َุฑْุกِ ุนََูู ุงْูู
َุงِู َูุงูุดَّุฑَِู ِูุฏِِِููู
“Tidaklah marabahaya yang dialami
seekor kambing manakala diserang dua serigala yang kelaparan, lebih
parah dibandingkan marabahaya yang terjadi pada agama seseorang akibat
kerakusan dia terhadap harta dan kedudukan”. HR.Tirmidzi dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu’anhu. At-Tirmidzy menilai hadits ini hasan sahih.2. Anak
Sebagaimana harta, anak pun juga fitnah yang tidak kalah dahsyatnya bagi seorang muslim. (Lihat: QS. At-Taghรขbun: 15 dan QS. Al-A’rรขf: 190)
ุฅَِّูู
َุง ุฃَู
َْูุงُُููู
ْ َูุฃََْููุงุฏُُูู
ْ ِูุชَْูุฉٌ َูุงَُّููู ุนِْูุฏَُู ุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูู
ٌ
ََููู
َّุง ุขَุชَุงُูู
َุง ุตَุงِูุญًุง ุฌَุนََูุง َُูู ุดُุฑََูุงุกَ ِููู
َุง ุขَุชَุงُูู
َุง َูุชَุนَุงَูู ุงَُّููู ุนَู
َّุง ُูุดْุฑَُِููู
Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam menerangkan bagaimana seorang anak bisa merubah sikap dan pola berpikir seseorang dalam sabdanya,
ุงََْูููุฏُ ู
َุญْุฒََูุฉٌ ู
َุฌْุจََูุฉٌ ู
َุฌََْููุฉٌ ู
َุจْุฎََูุฉٌ
“Anak itu bisa menyebabkan seseorang menjadi sedih, pengecut, bodoh dan kikir”. HR.Thobaroni dari Khouloh binti Hakim dan dinyatakan shohih oleh al-Albany.3. Istri
Istri pun merupakan ujian berat bagi seseorang. Bahkan sebagian istri bisa menjadi musuh bagi suaminya. (Cermati: QS. At- Taghรขbun: 14).
َูุง
ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขَู
َُููุง ุฅَِّู ู
ِْู ุฃَุฒَْูุงุฌُِูู
ْ َูุฃََْููุงุฏُِูู
ْ
ุนَุฏًُّูุง َُููู
ْ َูุงุญْุฐَุฑُُููู
ْ َูุฅِْู ุชَุนُْููุง َูุชَุตَْูุญُูุง َูุชَุบِْูุฑُูุง
َูุฅَِّู ุงََّููู ุบَُููุฑٌ ุฑَุญِูู
ٌ
BAGAIMANA SIKAP KITA?Setelah mengetahui hakikat ini, bukan berarti kita harus menjual rumah kita atau meninggalkannya. Juga bukan pula kita harus menceraikan istri atau mengusir anak kita, tidak mendidiknya atau bahkan tidak menikah dan tidak punya anak. Karena sejatinya kita pun merupakan ujian yang berat bagi anak dan istri kita. (Baca: QS. Al-Furqon: 20).
َูุฌَุนََْููุง ุจَุนْุถَُูู
ْ ِูุจَุนْุถٍ ِูุชَْูุฉً ุฃَุชَุตْุจِุฑَُูู ََููุงَู ุฑَุจَُّู ุจَุตِูุฑًุง
Namun langkah dan sikap yang tepat adalah: mensyukuri nikmat-nikmat tersebut dengan benar dan memohon kepada Alloh ta’ala agar mengaruniakan kemudahan dan taufik dalam mendidik istri juga anak.Penulis: Ustadz Zaid Susanto Driantoro, Lc.
Senin, 26 Januari 2015
Ancaman bagi Yang Tidak Berdakwah, Hukumnya Wajib
1. QS. Al-Baqarah [2] : ayat 174
[2:174] Sesungguhnya orang-orang yang
menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan
menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya
tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah
tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak
mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
[2:174] Surely those who conceal any part of
the Book that Allah has revealed and take for it a small price, they eat
nothing but fire into their bellies, and Allah will not speak to them
on the day of resurrection, nor will He purify them, and they shall have
a painful chastisement.
2. QS. Aali 'Imran (Ali 'Imran) [3] : ayat 187
[3:187] Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil
janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu
menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu
menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang
punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah
buruknya tukaran yang mereka terima.
[3:187] And when Allah made a covenant with
those who were given the Book: You shall certainly make it known to men
and you shall not hide it; but they cast it behind their backs and took a
small price for it; so evil is that which they buy.
3. QS. An-Nahl [16] : ayat 44
[16:44] keterangan-keterangan (mukjizat) dan
kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan
pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya
mereka memikirkan,
[16:44] With clear arguments and scriptures;
and We have revealed to you the Reminder that you may make clear to men
what has been revealed to them, and that haply they may reflect.
4. QS. Al-Ahzaab (Al-Ahzab) [33] : ayat 4
[33:4] Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi
seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan
istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak
menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang
demikian itu hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. Dan Allah mengatakan
yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).
[33:4] Allah has not made for any man two
hearts within him; nor has He made your wives whose backs you liken to
the backs of your mothers as your mothers, nor has He made those whom
you assert to be your sons your real sons; these are the words of your
mouths; and Allah speaks the truth and He guides to the way.
Ajal Tidak Menunggu Taubat Mu
Anda benar-benar telah lepas dari tubuh anda. Dan itulah kematian. Bayangkanlah saat perpisahan anda selama-lamanya itu dengan istri,orang tua, anak-anak, orang-orang tercinta dan segenap sahabat anda. Jasad anda di tempat pemandian. Anda dimandikan dan dikafani. Selanjutnya anda dibawa ke masjid untuk disholatkan. Lalu anda dipanggul d atas pundak-pundak orang-orang untuk dikuburkan.
Bayangkanlah bahwa malam ini adalah malam pertama anda di kuburan!Bayangkanlah kedatangan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menguji anda dengan beberapa pertanyaan. Bayangkanlah kengerian anda seandainya tiba-tiba lidah anda kelu tak mampu menjawab. Bayangkanlah amal perbuatan anda anda ayang akan dijelmakan menjadi manusia untuk menemani anda. Aakah ia seorang manusia yang rupawan atau manusia terjelek yang pernah anda lewat?Bayangkanlah kesendirian anda , kegelapan dosa dan maksiat anda. Bayangkanlah ratusan atau bahwan ribuan tahun penantian datangnya kiamat?
Bayangkanlah apakah kuburan anda itu menjadi bagian dari taman surga? Ataukah nenjadi bagian dari neraka?Bayangkanlah keinginan anda bias kembali ke dunia,meski sehari untuk menambah amal sholih. Bayangkanlah betapa butuhnya Anda terhadap tambahan pahala, tetapi anda tidak berdaya. Bayangkanlah betapa beratnya, betapa menderitanya.
Yakinlah Anda pasti mengalami semua itu, entah kapan. Yang jelas, kurang dari 100 tahun anda sudah meninggal dunia. Tapi bias jadi, besok atau minggu depan, bulan depan, atau tahun depan Anda sudah mati. Kematian selalu mengintai manusia di mana saja dia suka, tidak peduli siang atau malam,anak-anak, remaja atau sudah tua. Tidak peduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja/pemimpin atau rakyat jelata, pria atau wanita. Tidak peduli di rumah, di kantor, atau di perjalanan, didarat, di laut atau di udara. Ya tidak seorang pun dari kita yang memastikan dirinya aman dari kematian.
Lalu, apa bekal dan persiapan Anda untuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita?pasti Anda keluhkan dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit.Tapi, bersyukurlah Anda sekarang masih hidup, Anda belum mati.Jemputlah bekal kematian sekarang. Sebelum dating menyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna. yakinlanda pasti mengalami semua itu, entah kapan. yang jelas, kurang dari 100 tahun anda sudah pasti mati. kematian selalu mengintai manusia di mana saja ia berada. tidak peeduli siang atau malam,anak-anak, remaja, atau sudah tua. tidak perduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja atau rakyat jelata, pria atau wanita. ya, tidak seorang pun dari kita yang bisa memastikan dirinyaaman dari kematian.
lalu, apa bekal dan persiapan andauntuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita/bagaimana jika anda mati hari ini? pasti anda mengeluh dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit! tapi bersyukurlah anda sekarang masih hidup, anda belum mati. jemputlah bekal kematian anda sekarang. sebelum datang penyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna. renungkanlah wahai saudaraku muslimin.
Wallahu'alaam.
Bayangkanlah bahwa malam ini adalah malam pertama anda di kuburan!Bayangkanlah kedatangan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menguji anda dengan beberapa pertanyaan. Bayangkanlah kengerian anda seandainya tiba-tiba lidah anda kelu tak mampu menjawab. Bayangkanlah amal perbuatan anda anda ayang akan dijelmakan menjadi manusia untuk menemani anda. Aakah ia seorang manusia yang rupawan atau manusia terjelek yang pernah anda lewat?Bayangkanlah kesendirian anda , kegelapan dosa dan maksiat anda. Bayangkanlah ratusan atau bahwan ribuan tahun penantian datangnya kiamat?
Bayangkanlah apakah kuburan anda itu menjadi bagian dari taman surga? Ataukah nenjadi bagian dari neraka?Bayangkanlah keinginan anda bias kembali ke dunia,meski sehari untuk menambah amal sholih. Bayangkanlah betapa butuhnya Anda terhadap tambahan pahala, tetapi anda tidak berdaya. Bayangkanlah betapa beratnya, betapa menderitanya.
Yakinlah Anda pasti mengalami semua itu, entah kapan. Yang jelas, kurang dari 100 tahun anda sudah meninggal dunia. Tapi bias jadi, besok atau minggu depan, bulan depan, atau tahun depan Anda sudah mati. Kematian selalu mengintai manusia di mana saja dia suka, tidak peduli siang atau malam,anak-anak, remaja atau sudah tua. Tidak peduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja/pemimpin atau rakyat jelata, pria atau wanita. Tidak peduli di rumah, di kantor, atau di perjalanan, didarat, di laut atau di udara. Ya tidak seorang pun dari kita yang memastikan dirinya aman dari kematian.
Lalu, apa bekal dan persiapan Anda untuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita?pasti Anda keluhkan dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit.Tapi, bersyukurlah Anda sekarang masih hidup, Anda belum mati.Jemputlah bekal kematian sekarang. Sebelum dating menyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna. yakinlanda pasti mengalami semua itu, entah kapan. yang jelas, kurang dari 100 tahun anda sudah pasti mati. kematian selalu mengintai manusia di mana saja ia berada. tidak peeduli siang atau malam,anak-anak, remaja, atau sudah tua. tidak perduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja atau rakyat jelata, pria atau wanita. ya, tidak seorang pun dari kita yang bisa memastikan dirinyaaman dari kematian.
lalu, apa bekal dan persiapan andauntuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita/bagaimana jika anda mati hari ini? pasti anda mengeluh dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit! tapi bersyukurlah anda sekarang masih hidup, anda belum mati. jemputlah bekal kematian anda sekarang. sebelum datang penyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna. renungkanlah wahai saudaraku muslimin.
Wallahu'alaam.
Senin, 19 Januari 2015
Untuk Para Pengemban Dakwah
Untukmu para pengemban dakwah smile emoticon
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
(QS. Al-Hajj : 40)
Ayo bangkit dan luruskan niat kembali,
Karena Allah tidaklah mengingkari janji,
(QS. Al-Hajj : 40)
Ayo bangkit dan luruskan niat kembali,
Karena Allah tidaklah mengingkari janji,
Tiap Terompet Telah Di Uji Dulu
YUK SHARE !!!
BEBERAPA jam lagi, suara petasan dan terompet, kemungkinan akan bergema di hampir seluruh penjuru bumi. Ya, acara menyambut tahun baru sekarang ini identik dengan petasan, kembang api, dan tentu saja terompet. Dan perayaan malam tahun baru boleh jadi merupakan hari pesta sedunia, jutaan orang di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia, tumpah ke jalan-jalan atau di tempat-tempat hiburan merayakan pergantian tahun. Di tempat-tempat itu mereka meluapkan kegembiraan seakan-akan baru saja memenangi sebuah pertandingan yang mahaberat.
Jika menilik sejarah, perayaan tahun baru tidaklah sekadar pesta biasa, tetapi sarat dengan berbagai tradisi keagamaan seperti kaum pagan, Kristen, dan juga Yahudi.
Sebelum berlakunya kalender Gregorian, bangsa Eropa di abad pertengahan umumnya menjadikan tanggal 25 Maret sebagai awal tahun baru. Mereka . menyebut hari ini The Feast of Armounciarion, “Hari Raya Pemberitahuan”. Di dalam tradisi Kristen, tanggal ini dipercaya sebagai hari saat Bunda Maria didatangi Jibril yang memberitahukannya bahwa ia akan melahirkan seorang anak Tuhan.
Setelah diperkenalkan kalender Gregorian pada tahun 1582, secara bertahap kerajaan-kerajaan di Eropa merayakan tahun baru setiap tanggal satu Januari. Kalender Gregorian ini disebut juga kalender Kristen karena menjadikan kelahiran Yesus sebagai tanggal pertama dari kalender tersebut. Meski demikian, kapan persisnya kelahiran Yesus masih menjadi perdebatan di kalangan umat Kristiani. Namun yang jelas, pembuatan kalender ini terkait dengan kepentingan religius di dalam agama Kristen. Sebagai contoh, penetapan hari Minggu (Sunday) sebagai hari libur. Hari ini merupakan hari khusus untuk berkhidmat kepada Tuhan dalam tradisi Kristen, menggantikan hari Sabtu yang lazim dalam tradisi Yahudi.
Salah satu hal yang unik menjelang datangnya malam tahun baru adalah menjamurnya penjualan terompet. Hal ini terkait dengan kesenangan orang merayakan malam tahun baru dengan membunyikan terompet sekeras mungkin untuk memeriahkan suasana. Kebisingan suara terompet ini mencapai puncaknya pada pukul dua puluh empat, atau tepat tengah malam.
Tradisi meniup terompet ini pada mulanya merupakan cara orang-orang kuno untuk mengusir setan. Orang-orang Yahudi belakangan melakukan hal itu sebagai kegiatan ritual yang dimaknai sebagai gambaran ketika Tuhan menghancurkan dunia. Mereka melakukan ritual meniup terompet ini pada waktu perayaan tahun baru Yahudi, Rosh Hashanah, yang berarti “Hari Raya Terompet”, yang biasa jatuh pada bulan September atau Oktober. Bentuk terompet yang melengkung melambangkan tanduk domba yang dikorbankan dalam peristiwa pengorbanan Isaac (Nabi Ishaq dalam tradisi Muslim). Hal ini sangat berbeda dengan ajaran Islam yang menetapkan bahwa Nabi Ismail-lah, saudara Nabi Ishaq, yang diminta Allah untuk dikorbankan.
Semula, budaya meniup terompet ini merupakan budaya masyarakat Yahudi saat menyambut tahun baru bangsa mereka yang jatuh pada bulan ke tujuh pada sistem penanggalan mereka (bulan Tisyri). Walaupun setelah itu mereka merayakannya di bulan Januari sejak berkuasanya bangsa Romawi kuno atas mereka pada tahun 63 SM. Sejak itulah mereka mengikuti kalender Julian yang kemudian hari berubah menjadi kalender Masehi alias kalender Gregorian.
Pada malam tahun barunya, masyarakat Yahudi melakukan introspeksi diri dengan tradisi meniup shofar (serunai), sebuah alat musik sejenis terompet. Bunyi shofar mirip sekali dengan bunyi terompet kertas yang dibunyikan orang Indonesia di malam Tahun Baru.
Sebenarnya shofar (serunai) sendiri digolongkan sebagai terompet. Terompet diperkirakan sudah ada sejak tahun 1.500 sebelum Masehi. Awalnya, alat musik jenis ini diperuntukkan untuk keperluan ritual agama dan juga digunakan dalam militer terutama saat akan berperang. Kemudian terompet dijadikan sebagai alat musik pada masa pertengahan Renaisance hingga kini.
Bunyi terompet yang bersahut-sahutan biasanya belum lengkap jika tidak diikuti dengan pesta petasan dan kembang api. Sebagaimana membunyikan trompet, tradisi ini merupakan ritual untuk mengusir setan di dalam tradisi bangsa Cina. Selain itu, petasanjuga dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan.
Langganan:
Postingan (Atom)


