•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○•○
→ Saudariku…
→ Saat kita berdoa kepada Allah, memohon Allah untuk mendatangkan seorang suami yang shalih.
→ Allah tidak menurunkan suami kita dari langit begitu saja.
Tapi..
→ Sebelum kita memohon kehadirannya..
→ Ada seorang wanita yang terlebih dulu memohon kehadirannya dalam perutnya.
→ Wanita itu mengandungnya dengan susah payah, dengan penuh harapan terhadap jabang bayi yang ada di dalam perutnya itu..
→ Tidak lain jabang bayi itu adalah suami kita.
Sebelumnya..
→ Ada seorang wanita yang siap menukar nyawanya dengan nyawa suami kita di tempat persalinan.
→ Dia menyusuinya, memberikan siang dan malamnya untuk mengurus suami kita.
→ Mengasuhnya dengan mengorbankan semua yang dimilikinya karena cinta yang begitu besar terhadap suami kita.
→ Dia telah memberikan sari pati kehidupannya untuk kedihupan suami kita
→ Dia menghabiskan masa mudanya untuk membesarkan suami kita.
Dan kini…
→ Wanita itu telah menjadi seorang wanita tua
→ Anak laki-laki itu telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah, yaitu suami kita
💐 Wanita tua itu…
→ Tidak ada yang dia harapkan dari anaknya selain cinta
Maka..
→ Janganlah kita rebut cinta itu dari nya
→ Biarkanlah dia menempati satu tempat yang istimewa di hati suami kita
→ Kita bisa menempati satu tempat istimewa lain di hati suami kita
→ Mengalahlah dan biarkanlah suami kita mengutamakannya
💐 Muliakanlah wanita itu…
→ Bantulah suami kita untuk berbakti kepadanya
Bantulah suami kita untuk menjaga pintu surganya
→ *Dengan ini, niscaya kita akan mendapatkan dua cinta sekaligus. Cinta wanita itu dan cinta suami kita.*
→ Dan semoga pahala yang besar Allah berikan untuk kita karenanya.
→ Kalau kita ikhlas, bukan cinta manusia, bahkan cinta Allah yang akan kita dapatkan
Kata orang,
*“Kalau engkau ingin merebut hati suami, rebutlah hati ibu nya”*
Bagaimana tidak?
→ Bagaimana menurut kita *jika seorang lelaki mempunyai istri yang memuliakan ibunya?* *Bukankah dia akan mencintai istrinya karena sifat ini?*
Bagaimana tidak?
*Bukankah betapa bahagianya seorang laki-laki ketika bisa mengumpulkan cinta dua wanita sekaligus dalam kehidupannya. Cinta ibunya dan cinta istrinya..*
→ Dan betapa malangnya seorang laki-laki jika dua wanita yang dia cintai saling membenci. Ibunya tidak akur dengan istrinya.
💐 Semoga Allah menjadikan kita istri yang shalihah.
💐
Penyusun: Ummu Said
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits